Setiap orang berkewajiban memikirkan manusia yang lain bahkan alam penopang hidup. Akan tetapi seringkali manusia mengingkari dirinya sebagai pribdi yang mempunyai tanggung jawab tersebut. Demi keserakahan pribadinya maka dikorbanka segala potensi diri dan alam.
Ini bukan salah taqdir, karena manusia adalah makhluk sempurna yang mampu mencari keseimbangan, dimana ada kesalahan sistem maka akan ada perbaikan sistem
Dalam ranah seperti inilah kita layak memikirkan ulang kontruksi kita dalam menempuh kehidupan dunia kita.
Allah selalu menyatakan bahwa kita tidak boleh mengabaikan kehidupan ini. Dunia bukan untuk dikuasai dan dimiliki akan tetapi dunia adalah amanat untuk dijaga demi untuk kemaslahatan semua. bahkan Allah menyatakan bahwa anak kita pun adalah titipan Allah sehingga kita diwajibkan untuk merawat dan mendidiknya dalam kebaikan.
Dewasa ini kita layak curiga kepada pengelola alam ini yang ternyata terlihat seperti sudah melenceng dari tujuan baik. pengelola alam ini ternyata tidak hanya negara akan tetapi lebih bnyak para pengusaha yang selalu ingin mengejar keuntungan. mereka tidak bertanggung jawab terhadap keseimbangan karena mereka beranggapan itu bukan tugasnya akan tetapi sudah menjadi tugaas negara dengan konsewansi mereka membayar pajak pada negara.
Negara sendiri tidak mampu mengelola pendapatan yang didapatkan dari pajak karena kebutuhan pembangunan jauh lebih besar daripada pendapatan.
Kondisi inilah yang terjadi sehingga kita harus turun tangan mengambil alih peran para pengusaha sehingga tercipta pengusaha yang lebih bertanggung jawab.
Pengusaha telah mengambil alam yang luasa, tanah-tanah strategis dikuasai dan menyingkirkan penduduk yang ada, seakan-akan tercipta hubungan pertentangan anatara penduduk dan perusahaan. Kasus perebutan tanah di Sumatra dalam sengketa perkebunan, sengketa kepemilikan tanahdi wilayah pemukiman, sehingga banyak yang tergusur, terpinggirkan dan terbuang.
Saatnya kita merekonstruksi tatanan ini menjadi lebih aslah atau lebih baik dengan kehidupan yang tertata, kuat, tanggunh dan lebih terjamin. semoga Allah meridloi kita, amiin
L-DEX
Sabtu, 22 Oktober 2016
Senin, 21 Juli 2014
Pemerintahan
Lembaga ini menggunakan sistem pemerintahan presidensial. Adapun
kepala pemerintahan dipisahkan dari kepala ummat, dimana kepala
pemerintahan dipimpin oleh seorang presiden dengan dibantu oleh jajaran
kementerian. Sedangan Kepala umat dipimpin oleh seorang kholifah dengan
dibantu oleh para pakar nasional.
Seorang presiden dipilih oleh gubernur, dewan pakar propinsi dan 9 ummat setelah mendapatkan restu dari kholifah. Seorang gubernur dipilih oleh bupati dan pakar kabupaten. Bupatai dipilih oleh camat beserta pakar kecamatan. Camat dipilih oleh kepal desa dan pakar desa. Kepala desa dipilih oleh ketua Rt. Pakar dipilih berdasarkan kemampuan dan diangkat oleh pemangku kekuasaan diatasnya
Sedangkan kholifah dipegang secara turun temurun dan penentuannya ditentukan oleh dewan pakar
Seorang presiden dipilih oleh gubernur, dewan pakar propinsi dan 9 ummat setelah mendapatkan restu dari kholifah. Seorang gubernur dipilih oleh bupati dan pakar kabupaten. Bupatai dipilih oleh camat beserta pakar kecamatan. Camat dipilih oleh kepal desa dan pakar desa. Kepala desa dipilih oleh ketua Rt. Pakar dipilih berdasarkan kemampuan dan diangkat oleh pemangku kekuasaan diatasnya
Sedangkan kholifah dipegang secara turun temurun dan penentuannya ditentukan oleh dewan pakar
Kamis, 10 Juli 2014
Lembaga dakwah ekonomi
dakwah yang signifikan saat ini selayaknya berani menyentuh ranah ekonomi. Ekonomi sebagai penopang keberhasilan dakwah dan dakwah sebagai penopang keberhasilan ekonomi. Menguasai dunia untuk kepentingan kemaslahatan akhirat dan menguasai hati untuk mendapatkan keberhasilan hidup di dunia. Dua mata koin yang seiring untuk bisa menggelindingkan mata uang menuju ruang terdalam dari sebuah simpanan potensi yang tersamarkan
Langganan:
Postingan (Atom)